
Berau – Sungguh miris disaat pemerintah fokus melakukan efisiensi anggaran perhatian kita justru dialihkan pada kasus mega korupsi oknum pejabat Perusahaan Nasional yang ditaksir bernilai trilyunan rupiah. Hal ini menimbulkan pertanyaan “Apakah masih ada pemimpin kita yang berintegritas ?” sebagai refleksi dari kepemimpinan Pancasila.
Pemimpin yang berintegritas, berdasarkan Pancasila, akan selalu bertindak sesuai dengan moralitas yang diterima masyarakat. Kebijakan dan tindakan yang diambil haruslah mengedepankan nilai-nilai luhur yang ada di dalam Pancasila, menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama, bukan kepentingan individu atau kelompok tertentu.
Tantangan terbesar dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas adalah bahwa integritas tidak bisa dipaksakan atau diajarkan dengan mudah. Ini adalah sesuatu yang harus datang dari dalam diri seseorang.
Karena itu, memilih pemimpin yang berintegritas bisa menjadi tantangan dalam lingkungan yang sangat kompetitif di mana ada tekanan untuk mencapai hasil segera, bisa sangat sulit untuk selalu bertindak dengan integritas. Pemimpin mungkin merasa tergoda untuk mengambil jalan pintas atau membuat keputusan yang tidak etis untuk mencapai tujuan mereka.
Solusi untuk tantangan dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas melibatkan pendekatan multi-faset mencakup keterampilan komuhikasi, pengambilan keputusan dan empati. Ini termasuk pendidikan dan pelatihan, penegakan aturan dan regulasi, dan pembentukan budaya organisasi yang mendukung integritas.
Selain itu, pemimpin sendiri harus berkomitmen untuk bertindak dengan integritas dan menjadi teladan bagi orang lain. Mereka juga perlu memiliki keberanian untuk berdiri untuk apa yang benar, bahkan ketika itu sulit atau tidak populer. Solusi berikutnya penegakan aturan dan regulasi, Namun, yang paling penting adalah pemimpin itu sendiri harus berkomitmen untuk bertindak dengan integritas dan menjadi teladan bagi orang lain. Dengan cara ini, mereka dapat membantu membangun organisasi yang kuat, berkelanjutan, dan sukses.
Dari penjelasan di atas bahwa menurut kami pemimpin yang memenuhi kriteria sesuai kepemimpinan Pancasila yang berintegritas disaat ini masih ada dimana mereka mampu menerapkan transparansi dan akuntabilitas secara konsisten, penguatan birokrasi yang berkelanjutan, peningkatan pengawasan pemerintahan dan institusi publik, penguatan sumber daya manusia yang terukur, dan pelibatan partisipasi publik.
Dengan adanya Pelatihan Kepemimpinan Administrator pada semua Pejabat Administrator maupun Pejabat Fungsional setara diharapkan siapapun yang menjadi pemimpin dapat mengimplementasikan Kepemimpinan Pancasila. (*)
Sumber : Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Tahun 2025 PEMKAB BERAU dan Puslatbang KDOD LAN Samarinda
Reporter : –









