Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Membuat Kawasan Koservasi Orang Utan Menyempit

Lokasi konservasi satwa berdekatan dengan kawasan perkebunan kelapa sawit, sehingga membuat ruang gerak satwa terbatas. (Foto : Kepala SKW I BKSDA KALTIM, Yulian Sudono)

BERAU, segahnews.com – Kawasan konservasi orang utan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur semakin menyempit, akibat peluasan perkebunan kelapa sawit. Beberapa waktu lalu di kawasan perusahaan perkebunana kelapa sawit PT. Global Primatama Mandiri (GPM) Kecamatan Kelay, terjadi konflik antara orang utan dengan pekerja kebun kelapa sawit PT.GPM, hingga viral dimedia sosial.

Hal itu membuktikan, kawasan hutan yang seharusnya menjadi tempat tinggal habitat orang utan dan satwa-satwa lainnya, kini banyak beralih fungsi.

Kepala SKW I BKSDA Kaltim Yulian Sudono mengatakan, untuk mencegah terjadinya konflik orang utan dengan pekerja perkebunan kelapa sawit, pihaknya telah melakukan langkah sosialisasi kepada perusahan untuk membantu menjaga melestarikan satwa dilindungi.

“Kita sudah melakukan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan kelapa sawit khusunya di Kelay untuk membatu menjaga kelestarian satwa,” jelasnya. Rabu, (20/5/2026).

Video viral yang melihatkan pekerja menggendong dan memandikan orang utan beberapa waktu memang berada didekat kawasan konservasi, sehingga langkah antisipasinya, SKW I Bksda Kaltim berencana memasang Rambu-rambu satwa dan meminta perusahaan bekerjsama melakukan kegiatan patroli.

“Kita akan memasang rambu-rambu dikawasan atau area satwa yang dilindungi, yang memang menjadi jalur melintasnya satwa,” ucapnya.

Lanjutnya, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berada didekat kawasan konservasi agar jangan melakukan hal seperti, memburu, menangkap, memelihara bahkan mengkonsumsi satwa satwa dilindungi.

“Himbauan kita, agar masyarakat melaporkan, bila melihat ada satwa yang terperangkap, dan dipelihara, kepada kami,” tutupnya. (*)

Sumber : –
Reporter : Ridwan.