
Segahnews.com, Berau – Konsultasi Publik, Penyesuaian tarif air minum PDAM Batiwakkal Berau disosialisasikan secara masif oleh PDAM melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah, di Kecamatan Tanjung Redeb. Kamis, (21/5/2026).
Melalui pendekatan sosialisasi ini, diharapkan warga dapat lebih memahami pentingnya
penyesuaian tarif air minum pdam dilakukan, mengingat, PDAM Batiwakkal sendiri melalui pernyataannya selalu mengalami kerugian tiap tahun.
Salah seorang warga yang juga pelanggan pdam, Uki Erfidiyanti mengatakan, masih belum memahami nominal penyesuaian tarif, karena dalam pemparan pihak LPPM Muhammadiyah belum dijelaskan secara rinci, kapan dan berapa persen penyesuain itu.
“Saya tidak memehami masalah yang sedang dihadapi pdam, namun terkait penyesuaian tarif ini, harus lebih jelas rincian perhitungannya, kapan dan berapa kenaikan itu,” jelasnya.
Baginya, sebagai masyarakat biasa dan ibu rumah tangga, mau tidak mau harus, tetap menerima penyesuain tarif itu, karena selama ini telah tiga kali pertemuan sosialisasi dilakukan di tingkat RT, sehingga kemungkinan besar penyesuaian tarif tetap akan dilakukan.
“Mau tidak mau sebagai warga saya tetap menerima penyesuaian tarif itu,” ucapnya.
Warga lain yang juga pelanggan Johansyah menyampaikan, pdam harus lebih meningkatkan sosialisasi ini, agar warga paham dan puas diberikan penjelasan maksud dan tujuan penyesuaian tarif.
“Jangan nanti, tarif tiba-tiba naik, tanpa ada sosialisasi kepada warga,” aujarnya.
Lanjutnya, hal ini harus benar-benar perlu dikaji dan dipertimbangan dengan sunguh sunguh, sebab sebelumnya wacana penyesuaian tarif pernah akan dilakukan, namun warga masih belum paham situasi dan kondisi pengelolaan air bersih, sehingga membuat warga keberatan akan kebijakan itu.
“Pendekatan kepada warga harus dilakukan secara masif,” pungkasnya. (*)
Sumber : –
Reporter : Ridwan









