
BERAU – Kenaikan 3 jenis bahan bakar minyak (bbm) non subsidi yang terjadi hingga sekarang membuat masyarakat merasakan dampaknya. Dampak itu selain harga yang melabung tinggi, kesulitan mendapatkan bbm bersubsidi juga terjadi
Salah satu Kecamatan yang sulit mendapatkan bbm bersubsidi yakni, kecamatan segah. Telah dua hari hingga saat ini masyarakat segah kesulitan mendapatkan bbm bersubsidi jenis Pertalite, dan solar.
Kosongnya stok bbm jenis pertalite dan solar di segah membuat warga bingung dan resah, pasalnya kenaikan harga bbm non subsidi bersampak dengan bbm subsidi di kecamatan tersebut.
Salah seorang warga segah imbran mengatakan, bbm yang sulit didapatkan disegah yakni jenis pertalite dan pertamax, meskipun ada harganya bisa mencapai 20 rb hingga 25 rb bahkan 30 rb perliter.
“Jenia pertalite dan pertamax yang sulit didapatkan,” ucapnya. Senin, (21/4/2026).
“Pertalite bilapun tersedia, harganya bisa mencapai 20 rb bahkan 25 rb perliter, sedangkan pertamax 30 rb perliter,” sambungnya.
Warga segah merasa heran, lantaran hanya kecamatan segah yang kenaikan bbm subsidi ikut naik, padahal kecamatan lainnya tidak ada kenaikan, selain itu harga bbm subsidi di kota Tanjung Redeb masih tergolong normal, di spbu harga masih 10 rb perliter, di eceran masih 12 rb perliter.
Warga lain Malik juga mengatakan, diduga ada permain harga bbm di segah, yang hal itu bila terus terjadi akan menimbulakan kecemasan warga.
“Tidak mungkin disegah harga bbm sumsidi naik, sementara harga bbm di kecamatan malah ikut naik,” jelasnya.
Malik juga mengatakan, harusnya ada penanganan serius yang dilakukan pemerintah setempat, bahakan pihak kepolisian terkait harus memeriksa setiap pangakalan atau penjual eceran bbm subsidi ini.
“Ini harus ditangani serius oleh pemerintah dan pihak kepolisian,” tutupnya.
Sumber : –
Reporter : Ridwan.








