
BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menekankan, agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terdeteksi tidak maksimal dalam penyerapan, anggaran bisa mengevaluasi kinerjanya di tahun mendatang.
Hal tersebut disampaikan bupati pada, Senin (8/12/2025) di ruang pertemuan Sangalaki, didampingi wakilnya, Gamalis dan jajaran Asisten di Sekretariat Daerah.
Orang nomor satu di jajaran birokrasi pemerintahan tersebut, mengoreksi sejumlah pekerjaan yang dianggap masih jauh dari target. Di lingkup kecamatan, Tabalar menjadi wilayah yang serapannya diakui paling tipis.
Yakni realisasi fisik baru sebesar Rp1,4 miliar dari total anggaran yang disiapkan Rp5,3 miliar atau sekitar 27 persen. Begitupun dengan realisasi keuangannya yang hanya berkisar Rp1,6 miliar lebih atau 30 persen.
“Kalau ada kendala, kita pecahkan bersama. Kita berhadapan dengan target yang harus diselesaikan,” tegasnya.
Lebih lanjut OPD di lingkup Kabupaten juga tak lepas dari evaluasi. Seperti DPUPR, Diskominfo hingga RSUD dr Abdul Rivai yang dianggap mempunyai peranan strategis.
Adapula, OPD yang nyaris menembus angka realisasi sempuran yakni, Kecamatan Segah, BPBD, Bapenda, Dinas Sosial, DPUPR, Setda dan Disnakertrans namun tetap hal tersebut, dianggap masih menyisakan sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA).
“Saya harap seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah bisa memperhatikan terkait hal ini, kalau ada kendala saya tekankan segera berkoordinasi, kita cari jalan keluarnya,” tambahnya.
Senada akan hal itu, Gamalis menambahkan, evaluasi ini dilakukan bukan bermaksud menyalahkan, tetapi untuk membaca kondisi secara objektif.
Dengan waktu tersisa menuju akhir tahun anggaran, Pemkab Berau berharap seluruh OPD meningkatkan ritme kerja agar serapan anggaran 2025 dapat maksimal.
“Pemerintah menekankan, kelancaran serapan anggaran bukan sekadar administratif, tetapi langsung berpengaruh pada lancarnya pembangunan yang dinantikan masyarakat,” sambungnya. (ADV/PEMDA)
Sumber : –
Reporter : Ridwan.








